medicolegal.id
Berita Media headline

RSIA Nyi Ageng Pinatih Gresik Optimis Jadi Pusat Layanan Kesehatan Ibu Dan Anak

Dirut RSIA Nyi Ageng Pinatih, drg Achmad Zayadi

medicolegal.id– Pembenahan terhadap infrastruktur untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyi Ageng Pinatih Kabupaten Gresik, Jawa Timur terus dilakukan. Salah satu pembenahan itu dalam wujud pembangunan gedung yang awalnya 3 lantai kini menjadi 6 lantai.

Kepada Medico Legal, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyi Ageng Pinatih, drg Achmad Zayadi mengatakan, target pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyi Ageng Pinatih itu akan rampung pada bulan Agustus 2021 dengan total biaya pembangunan Rp 28 Miliar.

” kita targetkan delapan bulan kedepan terhitung bulan ini ( Oktober,red) pembangunan ini akan rampung dengan memaksimalkan total biaya Rp 28 Miliar,” ujarnya.

drg. Zayadi menambahkan, pembangunan gedung di rumah sakit kelas c tersebut nantinya juga dibarengi dengan ditambahkannya fasilitas kelengkapan rumah sakit dan juga penambahan SDM perawat maupun dokter spesialis.

” Fasilitas rumah sakit kita lengkapi, SDM kita tambahkan seperti perawat dan dokter spesialis. Tentu ini untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap pasien ibu dan anak. Jadi saya berharap RSIA Nyi Ageng Pinatih menjadi pusat layanan kesehatan bagi ibu dan anak karena pasien tidak perlu dirujuk, bahkan justru menjadi pusat rujukan bagi pasien ibu dan anak. “imbuhnya.

Dikutip dari duta.co edisi 17 Januari 2018, Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) mengambil alih pengelolaan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyi Ageng Pinatih Gresik. Sehingga Yarsis memiliki empat lembaga yang berada di bawah pengelolaannya, yakni Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani, RSI Surabaya Jemursari dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Sementara untuk status RSIA Nyi Ageng Pinasih sendiri bukan diakuisisi, namun diintegrasi untuk pengelolaan serta pembentukan sumber daya manusia (SDM) agar bisa memberikan layanan maksimal kepada pasien dan masyarakat Gresik secara luas.

Report: Ahmad Efendi

Related posts